Perjalanan Berangkat
PLP
adalah kegiatan akademik dengan bobot 2 sks, dan merupakan program
intrakulikuler yang wajib diikuti oleh mahasiswa STBA YAPARI-ABA Bandung.
Kegiatan PLP diikuti oleh mahasiswa semester VI Program S1 dan D-3 yang telah
memenuhi persyaratan administrasi dan akademik. Tahun akademik 2015-2016
kegiatan PLP dilaksanakan di Pulau Bali.
Alasan
diselenggarakannya PLP di Pulau Bali dikarenakan hingga kini Bali merupakan
salah satu daerah tujuan utama bagi para wisatawan baik lokal maupun
mancanegara. Kepariwisataan di Provinsi Bali sudah lebih maju dibandingkan
dengan provinsi lainnya di Indonesia. Oleh karena itu, dengan dilaksanakannya
kegiatan PLP di Bali, maka diharapkan dapat meningkatkan keahlian mahasiswa
dibidang berbahasa asing, pariwisata, dan budaya.
Keberangakatan kegiatan Praktik
Lapangan Pariwisata (PLP) menuju pulau Bali dilaksanakan pada hari senin
tanggal 18 April 2016 melalui jalur darat dengan menggunakan 8 bus, di tiap bus
telah dipasangi nomor regu busnya yang sudah tertera pada buku petunjuk PLP,
penulis sendiri berada di bus regu 3. Dalam tiap regu busnya, terdiri dari
sekitar 35 sampai 40 orang mahasiswa, 2 sampai 4 orang dosen pembimbing. Seluruh
peserta PLP berkumpul di kampus STBA YAPARI-ABA Bandung paling lambat pukul
07.00 WIB. Setibanya di kampus peserta langsung memasukan barang bawaannya ke
bus regunya masing-masing. Tepat pukul 07.00 WIB diadakan terlebih dahulu
upacara pelepasan, pengarahan dan do’a bersama yang dipimpin oleh panitia PLP.
Setelah selesai upacara pelepasan tersebut, kurang lebih pukul 07.45 kami
berangkat menuju Bali melalui jalan tol pasoepati Bandung ke arah tol Cipali
kemudian melalui jalur utara pulau Jawa.
saya duduk di kursi bus paling belakang
Siang harinya kami makan siang di Rumah Makan Pringsewu dan sekalian melaksanakan shalat Dzuhur dan Ashar dijama’. Setelah itu kami berangkat menuju ke Candi Borobudur. Jarak yang ditempuh dari Pringsewu tidak terlalu jauh sekitar satu jam sudah sampai di tempat wisata Candi Borobudur. Saat di Candi Borobudur, seluruh peserta diwajibkan untuk menggunakan kaos PLP. Di Candi Borobudur kami diberi waktu dua jam setengah untuk melihat-melihat kawasan Candi Borobudur, pada jam lima sore seluruh peserta PLP harus sudah kembali ke bus untuk melanjutkan perjalanan ke kawasan Malioboro.

saat di candi borobudur

Di kawasan Malioboro suasananya sangat padat ramai oleh pengunjung dari berbagai daerah. Saya bersama rekan-rekan tidak lupa untuk berkunjung ke tempat yang sudah sangat terkenal dan menjadi favorit yaitu Angkringan Kopi Joss. Lokasi tempat minuman kopi joss khas tersebut dari arah utara Maliboro atau Stasiun Tugu berjalan hingga menemukan jalan kecil ke arah barat, kemudian berbelok. Di sebelah kiri jalan akan ditemukan Angkringan tersebut, cirinya yaitu ada dua buah bakul yang dihubungkan dengan bambu, anglo dengan arang yang membara, serta deretan gelas yang ditata.
saya duduk di kursi bus paling belakang
Kurang lebih pukul 10.30 WIB bus
berhenti sekitar 15 menit di Rest Area tol Cipali untuk sekedar beristirahat
sejenak ataupun ke kamar kecil dan menunggu bus lainnya yang masih berada
dibelakang. Pada pukul 12.00 WIB kami tiba di rumah makan Pringsewu palikanci
Rest Area 207 tol Palikanci Cirebon. Terik matahari yang sangat menyengat ditempat
itu membuat rasa lapar sangat terasa, kami pun bergegas untuk segera makan
siang. Setelah selesai makan siang, peserta yang beragama Islam melakukan
shalat Dzuhur dan Ashar (dijama’) di masjid area lokasi rumah makan tersebut.
Setelah
selesai makan siang dan melaksanakan shalat, pada pukul 13.30 WIB kami
meninggalkan rumah makan Pringsewu untuk kembali melanjutkan perjalanan, dengan
didahului pengecekan anggota regunya masing-masing di dalam bus. Selama
perjalanan ini kami disuguhi dengan pemandangan yang sangat indah berupa
hamparan sawah yang sangat luas dan juga pemandangan alam hijaunya pegunungan
yang bisa dilihat dari balik kaca bus. Indahnya pemandangan diperjalanan
membuat waktu diperjalanan tak terasa lama, hari pun sudah mulai gelap dan
samar-samar terdengar kumandang adzan magrib, tak lama bus pun berhenti, kami
tiba di rumah makan Salsabil di daerah Kendal Jawa Tengah untuk makan malam
kemudian shalat Magrib dan Isya (dijama’). Pada pukul 20.00 WIB perjalanan
kembali dilanjutkan dan kami bermalam di dalam bus.

supir dan kenek bus sedeang beristirahat di rumah makan Salsabil Kendal
Selanjutnya
setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih sembilan jam dari kota Kendal,
pagi harinya kami tiba di kota Probolinggo Jawa Timur untuk shalat shubuh,
sarapan pagi dan MCK, tepatnya di rumah makan Bromo Asri Probolinggo. Udara
pagi di kota ini sangat sejuk karena kota ini dikelilingi oleh Gunung Semeru,
Gunung Argopuro, dan Pegunungan Tengger.
di depan rumah makan Bromo Asri
Setelah 3 jam berada di rumah makan Bromo Asri, kami melanjutkan kembali perjalanan didahului dengan pengecekan kelengkapan anggota regunya masing-masing bus. Kira-kira dari Probolinggo 4 jam perjalanan yang akan ditempuh untuk menuju ke Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Pelabuhan Ketapang Banyuwangi merupakan pelabuhan yang menghubungkan dua buah pulau yang cukup padat yaitu Pulau Bali dan Pulau Jawa. Pelabuhan ini merupakan pintu masuk dan keluar yang penting bagi lalu lintas pariwisata maupun ekonomi bagi kedua buah pulau. Bagi pulau Bali sendiri, pelabuhan Ketapang – Gilimanuk merupakan pintu utama bagi lalu lintas barang dan jasa yang masuk dan keluar pulau Bali, baik itu yang berupa komoditas pangan seperti buah dan sayur, komoditas kerajinan, bahkan juga sebagai pintu utama bagi wisatawan yang ingin ke Pulau Dewata selain melalui Bandara Ngurah Rai.
Setelah 3 jam berada di rumah makan Bromo Asri, kami melanjutkan kembali perjalanan didahului dengan pengecekan kelengkapan anggota regunya masing-masing bus. Kira-kira dari Probolinggo 4 jam perjalanan yang akan ditempuh untuk menuju ke Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Pelabuhan Ketapang Banyuwangi merupakan pelabuhan yang menghubungkan dua buah pulau yang cukup padat yaitu Pulau Bali dan Pulau Jawa. Pelabuhan ini merupakan pintu masuk dan keluar yang penting bagi lalu lintas pariwisata maupun ekonomi bagi kedua buah pulau. Bagi pulau Bali sendiri, pelabuhan Ketapang – Gilimanuk merupakan pintu utama bagi lalu lintas barang dan jasa yang masuk dan keluar pulau Bali, baik itu yang berupa komoditas pangan seperti buah dan sayur, komoditas kerajinan, bahkan juga sebagai pintu utama bagi wisatawan yang ingin ke Pulau Dewata selain melalui Bandara Ngurah Rai.
Pukul 13.30 WIB kami tiba
di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Jawa Timur untuk menyebrangi selat Bali menuju
ke Pelabuhan Gilimanuk Bali dengan menggunakan KM.Ferry. Sebelum keluar dari
bus kami terlebih dahulu dibagi nasi box oleh panitia untuk makan siang.
Setelah itu semua bergegas masuk ke dalam KM.Ferry. Kurang lebih 45 menit jarak
yang ditempuh untuk menyebrangi selat ini untuk menuju ke Pulau Bali.
berfoto diatas kapal ferry
Selama diatas Kapal Ferry saya dan rekan-rekan pun tak lupa mengabadikan beberapa foto dengan landscape lautan yang sangat indah. Dan pada saat menyebrangi lautan ini saya sesekali melihat jam dari telefon genggam untuk melihat momen dimana perubahan waktu dari WIB menjadi WITA, satu jam lebih cepat dari zona waktu di Pulau Jawa. Tepat pukul 16.30 WITA kami sudah sampai di pelabuhan Gilimanuk Bali, kemudian melanjutkan kembali perjalanan darat menuju ke Goodway Hotel and Resort tempat dimana kami menginap selama melaksanakan Praktik Lapangan Pariwisata di Bali. Goodway Hotels and Resort merupakan hotel berbintang 4yang cukup mewah bagi wisatawan, hotel ini terletak di kawasan Taman Mumbul Nusa Dua Bali.
Selama diatas Kapal Ferry saya dan rekan-rekan pun tak lupa mengabadikan beberapa foto dengan landscape lautan yang sangat indah. Dan pada saat menyebrangi lautan ini saya sesekali melihat jam dari telefon genggam untuk melihat momen dimana perubahan waktu dari WIB menjadi WITA, satu jam lebih cepat dari zona waktu di Pulau Jawa. Tepat pukul 16.30 WITA kami sudah sampai di pelabuhan Gilimanuk Bali, kemudian melanjutkan kembali perjalanan darat menuju ke Goodway Hotel and Resort tempat dimana kami menginap selama melaksanakan Praktik Lapangan Pariwisata di Bali. Goodway Hotels and Resort merupakan hotel berbintang 4yang cukup mewah bagi wisatawan, hotel ini terletak di kawasan Taman Mumbul Nusa Dua Bali.
Akhirnya pada pukul
21.30 WITA kami tiba di Goodway Hotels and Resort. Seluruh mahasiswa peserta
PLP langsung check-in, setelah penanggung jawab kamar mengambil kunci kamar
dari petugas resepsionis dan mengambil nasi box makan malam yang dibagikan oleh
panitia.Selanjutnya kami pun bergegas masuk kamar masing-masing untuk
beristirahat setelah menempuh perjalanan kurang lebih 38 jam.
Perjalanan
Pulang
Setelah tiga hari empat
malam berada di Pulau Bali, pada hari Sabtu tanggal 23 April 2016 seluruh
rombongan PLP STBA YAPARI-ABA Bandung, kembali melanjutkan perjalanan untuk
pulang ke Bandung. Pagi hari itu setelah selesai packing barang bawaan dan bersiap-siap untuk pulang, terlebih dahulu
kami sarapan pagi di hotel tempat kami menginap. Kemudian setelah selesai
sarapan pagi saya bersama rekan satu kamar kembali ke kamar untuk mengambil
barang bawaan dan memastikan tidak ada barang yang tertinggal, Lalu kami
mengembalikan kunci kamar ke Lobby Hotel.

foto di depan kamar hotel
Pada saat kepulangan menuju Bandung, jumlah rombongan
sedikit berkurang, karena beberapa peserta PLP ada yang lebih memilih pulang
dengan menggunakan pesawat terbang melalui Bandara Ngurah Rai. Memang dengan
menggunakan jalur udara jarak tempuh menjadi lebih singkat, hanya dengan waktu
empat jam sudah sampai di Kota Bandung, tiketnya pun tidak begitu mahal. Namun
bagi saya tetap mengikuti perjalanan pulang menggunakan bus bersama rombongan,
perjalanan akan lebih menyenangkan. Momen-momen kebersamaan ketika saat di
dalam bus, saat di rumah makan, dan saat menyebrangi lautan lebih seru
ketimbang pulang masing-masing menggunakan pesawat.
Pada pukul 09.00 WITA seluruh rombongan PLP meninggalkan
Goodway Hotels and Resort menuju ke Pelabuhan Gilimanuk. Tak terasa waktu
berlalu begitu cepat, seluruh rangkaian acara kunjungan wisata PLP di Bali
telah usai. Namun, saya dan beberapa orang rekan saya di bus regu 3 masih ada
tugas yang belum selesai, yaitu tugas Guiding.
Pada saat itu kami ditugaskan untuk mempraktikan menjadi seorang Tour Guide di dalam bus memperkenalkan
salah satu objek wisata di Bali dengan menggunakan bahasa asing sesuai dengan
jurusannya. Satu per satu mahasiswa maju ke depan bus untuk mempraktikan. Saya
mendapat giliran terakhir pada saat itu, ketika giliran saya, sempat grogi dan
‘demam panggung’, dan alhamdulillah tugas tersebut pun lancar.
pemandangan indah sebelum menuju pelabuhan gilimanuk terlihat dari balik kaca bus

foto saat menyebrangi laut menuju pelabuhan banyuwangi
Sekitar pukul 13.00 WITA kami tiba di Pelabuhan Gilimanuk untuk menyebrang menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi dengan menggunakan KM.Ferry. setelah tiba di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, kami langsung melanjutkan perjalanan menuju rumah makan Pondok Wina. Dari Pelabuhan Ketapang ke rumah makan ini tidak terlalu jauh, kurang lebih 15 menit sudah sampai. Setelah selesai makan siang dan shalat Dzuhur dan Ashar (dijama’), kami melanjutkan kembali perjalanan. Saat diperjalanan ini kami disuguhi pemandangan yang indah, hutan-hutan yang lebat di kawasan tempat wisata Baluran Banyuwangi sedikit dapat terlihat meskipun hanya dari dalam bus. Buspun sesekali berhenti di pom bensin jika ada yang ingin ke toilet dan untuk sekedar mendinginkan mesin bus agar kondisi pun tetap prima.
foto saat menyebrangi laut menuju pelabuhan banyuwangi
Sekitar pukul 13.00 WITA kami tiba di Pelabuhan Gilimanuk untuk menyebrang menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi dengan menggunakan KM.Ferry. setelah tiba di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, kami langsung melanjutkan perjalanan menuju rumah makan Pondok Wina. Dari Pelabuhan Ketapang ke rumah makan ini tidak terlalu jauh, kurang lebih 15 menit sudah sampai. Setelah selesai makan siang dan shalat Dzuhur dan Ashar (dijama’), kami melanjutkan kembali perjalanan. Saat diperjalanan ini kami disuguhi pemandangan yang indah, hutan-hutan yang lebat di kawasan tempat wisata Baluran Banyuwangi sedikit dapat terlihat meskipun hanya dari dalam bus. Buspun sesekali berhenti di pom bensin jika ada yang ingin ke toilet dan untuk sekedar mendinginkan mesin bus agar kondisi pun tetap prima.
Jam tangan menunjukan pukul 9 malam, bus kami regu 3 yang
selalu lebih awal datang, pada pemberhentian kali ini pun kami lebih dulu
datang dari bus lainnya. Kami tiba di rumah makan Bromo Asri di daerah
Probolinggo Jawa Timur untuk makan malam kemudian shalat Magrib dan Isya
(dijama’). Setelah selesai makan malam dan shalat, saya bersama dengan beberapa
rekan lainnya duduk-duduk santai di sekitaran rumah makan Bromo Asri sambil
mengobrol ‘ngalor-ngidul’ menggunakan Bahasa Sunda dengan logatnya yang khas,
mendengar obrolan kami tiba-tiba saja ada seorang Bapak-bapak yang menghampiri
lalu menyapa kami dan bertanya asal kami dari mana. Kami pun mengobrol bersama
bapak tersebut, ternyata beliau juga berasal dari daerah Jawa Barat, tepatnya
di Kota Garut. Kami sedikit menceritakan pada bapak tersebut tentang kegiatan
PLP ke Bali, dan kebetulan bapak tersebut memiliki anak yang baru selesai
sekolah tingkat SMA dan sedang mencari tempat kuliah di Bandung. Dan kami pun
bercerita sedikit promosi pada bapak tersebut tentang keunggulan kampus
tercinta kami, STBA YAPARI-ABA.
Setelah semua selasai makan malam dan shalat, kira-kira
pukul 23.00 WIB didahului dengan pengecekan anggota regunya masing-masing, kami
melanjutkan kembali perjalanan pulang ke Bandung. Namun saat melintasi Kota
Yogyakarta kami pun akan berkunjung ke beberapa tempat wisata di Yogyakarta.
Tempat tersebut diantaranya, berkunjung ke pusat oleh-oleh makanan khas kota
Yogyakarta, Candi Borobudur dan kawasan Malioboro.
Setelah bermalam di dalam bus, pagi harinya kami tiba di
Rumah Makan Taman Sari di Jalan Adi Sujipto No. 168 Solo, untuk sarapan pagi
dan MCK. Pukul 08.00 pagi, kami melanjutkan perjalanan, dan pada pukul 10.00
kami tiba di BAKPIA JAVA pusat oleh-oleh khas Yogyakarta. Dan saya pun membeli
beberapa makanan khas Yogya untuk dibawa ke rumah.
Siang harinya kami makan siang di Rumah Makan Pringsewu dan sekalian melaksanakan shalat Dzuhur dan Ashar dijama’. Setelah itu kami berangkat menuju ke Candi Borobudur. Jarak yang ditempuh dari Pringsewu tidak terlalu jauh sekitar satu jam sudah sampai di tempat wisata Candi Borobudur. Saat di Candi Borobudur, seluruh peserta diwajibkan untuk menggunakan kaos PLP. Di Candi Borobudur kami diberi waktu dua jam setengah untuk melihat-melihat kawasan Candi Borobudur, pada jam lima sore seluruh peserta PLP harus sudah kembali ke bus untuk melanjutkan perjalanan ke kawasan Malioboro.
saat di candi borobudur
Di kawasan Malioboro suasananya sangat padat ramai oleh pengunjung dari berbagai daerah. Saya bersama rekan-rekan tidak lupa untuk berkunjung ke tempat yang sudah sangat terkenal dan menjadi favorit yaitu Angkringan Kopi Joss. Lokasi tempat minuman kopi joss khas tersebut dari arah utara Maliboro atau Stasiun Tugu berjalan hingga menemukan jalan kecil ke arah barat, kemudian berbelok. Di sebelah kiri jalan akan ditemukan Angkringan tersebut, cirinya yaitu ada dua buah bakul yang dihubungkan dengan bambu, anglo dengan arang yang membara, serta deretan gelas yang ditata.
Tak terasa satu jam kami berada di angkringan tersebut
sambil menikmati secangkir kopi dengan suasana pinggiran jalan Malioboro, lalu
lalang orang-orang yang melintas dan sesekali terdengar suara Kereta Api. Kami
pun bergegas untuk berkeliling untuk mencari pernak-pernik khas Malioboro. Para
penjual pernak-pernik di kawasan Malioboro seperti baju, kaos, kain, tas dan
lain-lain, para pedagangnya hampir mirip dengan para pedang di kawasan Pasar
Sukawati di Bali. Terkadang kita bisa mendapatkan harga yang sangat murah, tetapi
juga terkadang mendapatkan harga yang mahal, tergantung dari bagaimana
kelihaian kita menawar harga.
Pada pukul 21.00 setelah semua berkumpul di bus,
rombongan melanjutkan kembali perjalanan menuju ke Rumah Makan Ambar Ketawang
untuk makan malam dan shalat. Dan tengah malamnya kami kembali melanjutkan
perjalanan menuju Bandung melalui Tasikmalaya. Pada saat perjalanan ini
sebagian besar peserta PLP tertidur untuk beristirahat, kami bermalam di dalam
bus. Pagi harinya, hari senin tanggal 25 April 2016, kami sampai di Tasikmalaya,
dan bus berhenti di Rumah Makan SR Raja Polah untuk sarapan pagi dan shalat
Shubuh. Pukul 08.00 kami melanjutkan perjalanan menuju Bandung. Dan pada pukul
11.00 kami tiba di kampus STBA YAPARI-ABA Bandung dengan selamat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar